Kamis, 11 Agustus 2016

ANTOLOGI PUISI ANGKATAN 23 TEATER HAMPA INDONESIA

Hitam
Aku katakan hitam
Senja melebur dalam kelam
Sosok jauh terlihat temaram
Semakin jauh semakin tenggelam
Sedang ku ingat dalam angan
Biar mati biar lelap
Sejak cinta di perkosa pelan pelan
Cukup
Aku diam menelan malam
Sejak saat itu aku membakar asa
Kulumatkan segala janji palsu dalam amarah
Duniaku sudah gelap
Hitam dan pekat..
Aku manusia hitam legam
Kotor menyetubuhiku
Sejak cinta di perkosa pelan pelan
Aku sebut ia penjamah
Biar mati biar hilang
Panggil aku wanita jalang
Duniaku sudah hitam
Duniaku sudah gelap
Duniaku sudah kelam
Duniaku sudahn tamat

-Ayu .R




Titik.
Dimannakah kebahagiaan yang seharusnya dimiliki oelh empunya ide-ide dasar yang serupa dengan bebijian di balik permukaan tanah hitam?

Dimanakah wajah yang seharusnya tersenyum atas kekreativitasan bumi baru manusia?

Dimanakah didapatkan kesedihan oleh karena penyesalan akan dapat hidup yang seharusnya tidak diberikan mereka semata mata pada bumi?

Dimanakah cinta yang di janjikan?

Dimanakan manusia manusia tersesat harus mengarah?

Dimanakah manusia manusia beruntung akan berdiam untuk sisa kehidupannya?

Dimanakah akan di temukan kepastian??

Dimanakah burung burung yang meneriakkan pada manusia kata kata “tidak ada yang pasti kecuali ketidakpatian itu sendiri” kini?

Dimanakah dapat ditemukan jawabn bagi pertanyaan yang menggema di kepala manusia yang kosong ini?

-Eunike Natanael




Jiwa
Sesunyi kegelapan
Bersama hat yang sepi
Derita hidup ini tak dapat kurasakan lagi
Betapapun sakitnya tak lagi terbayang
Ingin rasanya aku menangis
Namun apa daya....

Air mataku kinipun telah habis
Kegelisahan dan kepedihan ini
Telah melukai perasaan
Mandirikan sayatan sayatan yang kokoh
Menghancurkan impian
Bayang bayang kesedihan datang menghantui..

Kini aku hidup tapi terasa mati
Semua rasa sakit, penderitaan
Dan juga hinaan hanya aku yang mengalaminya
Hidupku ini seperti tiada artinya lagi
Ingin ku akhiri semua ini
Karena jiwaku telah letih
Begitu lama menderita

-Dini
JIKA.....MAKA
Mata, hati pikiranku
Hanya tertuju padamu
Meski ku tahu kau tak mungkin ku miliki
Lihatlah diriku bak warna
Hitam yang tak terlihat dalam kegelapan
Dan lihatlah dirimu bak warna putih yang selalu menenangkan
Masih pantaskah? Jika aku mengharapkamu
Jika kau pergi maka hidupku terasa sunyi
Tapi apa daya aku tak dapat mencegahmu

Seandainya kau masih ada didekatku
Maka hiduoku akan terasa lebih berwarna
Tapi seiring berjalannya
Waktu warna itu telah pudar
Kini hatiku terasa sunyi
Meskipun aku masih bertahan

-Dini


Tersesat
Melangkah bersama malam’dalam sudut yang kelam
Cahaya mulai redup meredam
Diselimuti kabut terpendam
Dunia tak terlihat
Samar menggelapkan retina
Aku tersesat dalam buta
Menggapai yang tak sampa
Lemah meraba raba
Hanya mengingat luka yang menganga
Sendiri dalam sepi
Tersesat dalam elegi
Dan terus menangisi diri sendiri
Kapan aku bia keluar?
Aku tterkunci dalam ruangan tak berujung
Tanpa sudut yang bisa ku rengkuh
Kucari dan terus kucari
Dimana jalan keluar?
Aku terikat dengan menunggu bahaya
Aku berserahh menanti terbenamnya kegelaan
Karena yang kutemukan hanyalah hitam

-Wisda Nasikhah
Saat Hujan Turun
Jalan kosong kelabu, begitu kosong
Dengan perasaan kesepian, aku membuka jendela kaca
Tetes hujan ke tanganku
Kerinduan mulai mengalir kedalam hatiku

Aku merindukanmu untuk beberapa alasan malam ini
Air mata mengalir
Didalam hatiku memberontak

Saat hujan turun, kenangan teringat dan rasa sakit menyebar
Aku melihatmu yang mulai memberikan rasa sakit
Lalu aku membeku diwaktu yang begitu jelas
Seperti aku mencair dengan kenangan
Kemudian aku menarik keindahan keluar dalan hujan

Musim yan panjang dan mempesona
Apakah akan memudar dan ternoda di dalam album foto

Hari semakin malam
Janji yang tidak bisa kulupakan
Pelukan hangatmu, selamat tinggal
Saat hujan turun, kenangan teringat dan rasa sakit menyebar
Aku melihatmu yang mulai memberikan rasa sakit
Lalu aku membeku di waktu yang begitu jelas
Seperti aku mencair dengan kenangan
Kemudian aku menarik  keindahanmu keluar dalam hujan
Dalam dunia hitam dan putih, kau adalah salah satu sinar cahaya

-Ana Sipit
Suara Kedamaian
Dunia begitu tenang
Sehingga aku bisa mendengar suaramu
Suara kedamaian
Bisikan lembut di bawah rintikan hujan
Seolah bertanya bagaimana semua berlalu
Sentuhan menismu membuatku lupa
Akan dunia hitam

-Ana Sipit
Gadis
Aku memergoki tubuh
Yang kumal dan dekil
Dengan tangan yang tinggal satu
Mencincing daster bolong tertatih tatih
Suara nafas yang semrawut
Bulsitttt
Orang orang mengatakan gadis itu pelacur
Bukan,
Lebih dari pelacur
Gigolo
Mungkin, ya mungkin saja
Gadis sekecil jagung itu,
Hanya bertumpuh kayu dan nasi apek
Tubuhnya terjual kemana mana
Untul sesuap nasi yang kalian tinggalkan di jalan
Mata batinnya sudah gelap
Hitam kumal dalam ketidaktahuan
Gelap
Semakin gelap
-Rna. EL-Fatah
KEDAI KOPI
Aku menamainya sebuah kedai kopi
Kepulan asap rokok dan cerutu yang mereka habiskan berjam jam
Duduk dan esekali tertawa
Memegang satu cangkir gelas
Di seduh kemudian
Aku menamainya sebuah rindu
-Rna. EL-Fatah
Kalau begitu!
Kalau begitu kau harus mencintaiku
Bukan,
Kau harus mencintaiku,
Bagaimanapun,
Kau harus mencintaiku
Entah kau berasa bahagia atau tidak.
Lalu kita habiskan kopi ini
Duduk di meja ini berdua.
Kalau kau tidak mau
Akan aku tumpahkan tepat kopi ini di wajahmu.

Rna. EL-Fatah
Atau Matamu
Ini jalan tempat kita berjanji
Tempat kita akan bertemu sambil kau bawakan aku bunga
Tetap
Kau berjanji begitu
Dengan satuu tarik nafas
Kau berjanji akan membawaku ke penang
Kau lupa?
Atau matamu sudah buta
Mungkin menghilang.

RNa EL-Fatah



Gadis Melati
Gadis melati diharap harap
Jadi penyeimbang, jadi pelengkap
Seiring masa, impian didekap
Dijaga jaga agar tak lenyap

Gadis melati di harap harap
Terbang menjauh tanpa bersayap
Pahit getir di derap
Bendungan air mata kini meluap

Gadis melati di haraap harap
Cinta putih menjelma perangkap
Luruh cahaya dan asa menguao
Tertinggal aku bersama gelap                          -Badri
Puisi Hitam
Aku hitam, biarkanlah tetap hitam
Putih bagiku adalah haram
Satu warna yang dikecam kecam
Pikirmu tentang aku hanyalah “seram”

Sadarkah tuduhanmu begitu kejam?
Sadarkah kau salah paham?
Atau hatimu terlalu kejam?
Gegabah menilaiku secara awam
Aku hitam, warna abadi sang alam
Salam diam ku tukarkan tentram
Aku hitam biarkanlah tetap hitam
Jadi warna pertama kala kau terpejam
Badri
Hitamku
Aku....
Berjalan di pekatmya jalan
Dengan lebut kerikil menusuk telapak
Mencoba bebatuan terjal
Menuju ujung jalan yang kuyakinu

Biarkanlah ku berikan semua waarnaku padamu
Percayalah tak apa
Karnaku sudah terbiasa
Terbiasa menyendiri dalam pekatku

Saat kau temukan warna
Jangan menoleh padaku
Tetaplah pendang jalan dihadapanmu
Bergegaslah
Dan berjalanlah
Sri Linda O
Gelap
Gelap berarti tidak terang
Terang berarti tidak gelap
Tetapi kegelapan ini berbentuk terang
Keterangan ini ada di dalam kegelapab
Dengan bagian
Kegelapan bukan kegelapan pada umumnya
Kegelapan yang bukan sesuatu apa yang dipikirkan
Namun kegelapan ini adalah yang diinginkan orang orang
Karena kegelapan ini adalah cahaya kehidupan bagi semua umat manusia
Rajabi
Logika
Ia tak pernah berjalan beriringan dengan hati
Ia selalu berlawan
Bak hitam dan putih
Atau kanan dan kiri
logika
ia selalu memintaku untuk menyerah
bahkan berhenti bermimpi
namun
ia juga tak lupa menyuruhku untuk tahu diri

Radika Nenda Ayu



Hakekat Diri
kala persimpangan antara senja dam kelam
seorang insan mencoba menapaki kolase
siapakah engkau wahai disana?
sejak kapan kau anggap diriku saudara?
           lirih engkau bertanya "bagaimana keadaanmu ukhti"?
           Alhamdulillah akhi
           saat bersinggungan, aku merasa sangat terasing
           aku dirasuki perasaan takut
           takut engkau hanyut dalam pekatnya diriku
inilah sejatinya hakekat diriku
jika engkau mendengar hal buruk tentangki, maka percayalah...
aku tidak seutuhnya baik
aku perlu menimba ilmu dari para sufi
        tunggu aku dibatas waktu
        kita sama-sama memantaskan diri 
        demi rida dan cinta ilahi

Gading Dita



Kisah hitam
Banyak harapan di anganan
Di wakilkan oleh doresan tinta
Bersandarkan kertas bagai penerang
Menanti pijakan melangkah
Tak dapat dielakan
Gelisah yang menyerang

Rasa rasa pun mulai terukir
Beroleskan selai hitam
Ruang kosong mulai terisi
Teringat pepatah yang ia katakan
Ku mulai berselancar
Mengisi kehampaan yang ada
Jemariku melesat
Bersama kehitaman kalbu
Menghancurkan tembok pembatas
Menggapai sepucuk harapan
Gresik, 19 maret 2016

Syarif hidayatullah

Malam terakhir
Dalam kegelapan malam ini
Dinginnya malam di temani hangatnya suasana
Menjadikan malam ini
Malam terpanjang dan tertinggi
Hembusan angin memaknai

Aku....
Mengingat benda ini bergerak
Mengingat ukiran yang tercipta
Dengan butiran debu

Esok tak dinantikan
Malam ini tak rela di tinggalkan
Berhadap ada hembusan debu untuk kembali
Engkau telah mengubahnya
Memekarkan berjuta senyuman
Tertawa lepas
Menantikan pelukan kehangatan
Tentu itu telah di lukiskan
Gresik, 19 maret 2016

Syarif hidayatullah
HITAM

Adalah sesuatu yang tampak pada sang putih
Karena sang tulang putihpun ada
Hitam bukanlah kata keburukan
Hitam bukanlah  kehampaan
Hitam bukanlah penghalang
Akan tetapi hitam adalah penghangat
Dan yang bertambah yang jelas pada sang putih
Dan karena hitam
Sang putihpun hidup

Nazofa